Menjadi Perempuan Bahagia

at May 30, 2018
Sumber : IG @indblaccatalog



Hola, Readers!

Are you happy today?
Begitu saya biasa menyapa anak saya di pagi hari. Dengan spontan dia akan menjawab, “Yes, I am happy!” sambil tertawa lebar dan memeluk saya.
Anak-anak memang sangat polos. Mereka juga sangat spontan. Apa yang ada di hati dan pikirannya akan segera terlahir dalam raut dan kata-katanya. Dunia anak selalu ceria, karena mereka tidak memiliki banyak “beban” dan permasalahan layaknya orang dewasa.

Lalu bagaimana jika pertanyaan itu dilontarkan kepada Anda? Apakah Anda juga akan menjawab seperti anak-anak? Ataukah justru sebaliknya?

Menjadi dewasa berarti siap menghadapi lika-liku perjalanan hidup. Dan seorang perempuan yang dikaruniai kepercayaan menjadi ibu, tentunya memiliki tanggung jawab yang besar. Tak hanya mengurus suami dan anak-anak, perempuan juga harus mengurus dirinya sendiri. Kemampuan multitalenta yang diberikan Sang Pencipta terkadang membuat banyak perempuan merasa harus menjadi superwoman, mengurus segalanya sendiri. Nggak heran ya, Readers, mereka akhirnya exhausted, kelelahan dan ngos-ngosan mewujudkannya.

Nah, kalau sudah begini biasanya merembet ke mana-mana nih. Bad mood alias bete, biasa menyerang emak-emak. Stalking FB teman, galau. Jalan-jalan di Instagram, nemu saudara sepupu lagi asyik belanja-belanji, marah. Target kerjaan meleset, uring-uringan. Duh, sensi sekali.

Perempuan memang mempunyai sisi emosional yang lebih tinggi dibanding kaum lelaki. Itu sebabnya, kita jauh lebih mudah melow dan merasa sedih tanpa alasan yang jelas. Apalagi kalau kita sering membandingkan diri dengan perempuan lain yang kelihatannya lebih sukses, lebih bahagia, lebih cantik, lebih segalanya. Lalu kita melihat diri sendiri kecil dan nggak berharga.

Percaya atau nggak, itulah salah satu sifat paling buruk dari perempuan: iri. Sifat inilah yang juga sering kali menghalangi kita untuk maju dan meraih sukses. Kita sibuk melihat kehidupan orang lain, dan justru lupa mengurusi diri sendiri. Akibatnya, kita nggak pernah bahagia. Padahal ukuran kebahagiaan itu hanya kita dan Tuhan yang tahu.

Karena itu, marilah kita menjadi #PerempuanBahagia, yang selalu menemukan jalan untuk bersyukur. Sebab dari situlah, tunas kebahagiaan akan bertumbuh dengan subur dalam hati. Kalau perempuan bahagia, anak-anak akan merasakan buahnya. Keluarga pun bertumbuh dalam kehangatan cinta dan kasih sayang yang menguatkan. 



Selamat menjadi #PerempuanBahagia!
-Indari Mastuti, InbBlack Founder-



#ODOA
#IndscriptCreative
#IndscriptWriting
#IndBlack

0 comments:

Post a Comment

Pentingnya Memetakan Kendala dan Rencana Cadangan dalam Mewujudkan Mimpi

Hello, Readers! Dalam blog ini, saya sudah berulang kali menuliskan tentang betapa pentingnya memiliki mimpi besar, menulisk...

 

All About Writing & Business Copyright © 2011 Design by Ipietoon Blogger Template | Make Money from Zazzle|web hosting