![]() |
| Sumber : FB Erli Nursaadah |
Menjadi pebisnis itu artinya harus siap menghadapi segala
halangan dan rintangan. Bukan hanya berjuang menghadirkan produk yang keren dan
menarik calon pembeli, pebisnis yang baik juga harus mampu berdiri teguh dalam
belantara persaingan yang makin ketat. Apalagi saat ini semakin banyak saja
online shopping. Baik itu yang berdiri sendiri, ataupun mereka yang sudah
bergabung dalam marketplace besar.
Selain itu, tantangan lain yang nggak kalah menarik adalah
menghadapi komplain alias keluhan dari pelanggan. Hari gini, nih, Readers,
setiap orang sepertinya makin hobi komplain tentang segala sesuatu ya? Barang
yang dibeli nggak sesuai dikit, komplain. Telepon ke CS nggak direspon,
komplain. Barang pesanan terlambat datan, komplai. Harga kemahalan dikit,
komplain trus membandingkan dengan toko sebelah. Duh, bikin kelimpungan
pastinya.
Tapi, yang namanya pembeli adalah raja. Benar kan? Jadi,
alih-alih mengeluh dan marah, sebaiknya kita harus bisa menghandle komplain itu
dengan bijak. Bagaimanapun juga, mereka adalah pihak yang harus kita layani.
Nah, agar komplain yang datang itu bisa ditangani, tips apa
saja sih yang bisa kita terapkan? Berikut ulasannya!
1. Stay calm
Langkah pertama adalah tetap tenang. Jangan panik, apalagi
terbawa emosi meskipun pelanggan mungkin berapi-api. Kalau hati kita tenang,
otak pasti bisa berpikir jernih dan bisa memilah apa sih yang sebenarnya
menjadi biang masalahnya. Tapi, kalau kita langsung meledak, yang ada hanyalah
pertengkaran yan mungkin saja bisa membuat masalah bertambah runyam.
2. Listen
Sering kali, pembeli itu hanya ingin didengar. Percaya deh! Saya
sering kok berada di posisi “tukang komplain”. Hal pertama yang ingin saya
dengar adalah permintaan maaf dari penjual. Setelah itu, saya ingin mereka
mendengarkan dengan baik apa sih yang saya keluhkan. Meskipun mungkin setelah
itu mereka nggak bisa menyelesaikan masalahnya, paling nggak mereka nggak bikin
saya makin meradang. Pebisnis harus paham hal ini. Karena itu, sediakan telinga
untuk mendengarkan keluhan pelanggan, jangan memotong pembicaraan dan
terbukalah untuk kritik atau masukan.
3. Give sollution
Hal terakhir yang nggak boleh lupa, adalah berikan win-win
sollution. Memang nggak semua masalah akan selesai dengan sempurna dan
menyenangkan semua pihak. Tapi minimal (kalaupun ada) kerugian, semua bisa
diatasi dengan baik. Kalau bisa, berikan beberapa alternatif pilihan kepada
pelanggan agar mereka juga tahu bahwa kita benar-benar ingin menyelesaikan
masalah dengan baik.
Setuju? Semoga artikel ini bermanfaat ya!
Thanks for reading,
Love
Bety
#ODOA
#IndscriptCreative
#IndscriptCreative
#IndscriptWriting
#IndBlack

0 comments:
Post a Comment