![]() |
| Sumber : IG @indblackcatalog |
Sering kali, kita tergoda akan buaian promosi dan diskon
dari beragam toko yang menjual aneka kebutuhan. Nggak hanya barang-barang besar
berharga mahal seperti mobil, motor, atau rumah loh. Saat ini, beli baju pun
bisa dicicil. Wow!
Hal inilah yang pada akhirnya membuat banyak orang
terperangkap dalam jerat utang, yang sebenarnya nggak perlu dilakukan.
Keinginan mulai mengalahkan kebutuhan. Benar apa benar, Readers?
Akibat pengelolaan keuangan yang kurang tepat ini, nearaca
keuangan keluarga bisa saja terancam. Dan kejadian yang paling buruk adalah
besar pasak daripada tiang. Artinya, bukannya bertambah, saldo di rekening
justru lenyap menyisakan utang di sana-sini. Duh, ngeri ya?
Ya, namanya juga manusia. Siapa sih yang nggak punya
kebutuhan? Pasti begitu ya pikiran kita. Yap! Kebutuhan hidup selalu ada dan
bertambah. Yang jadi soal bukan menumpuk utang untuk memenuhi kebutuhan itu,
Dears. Tapi bagaimana kita mengatur keuangan dan mencari cara menambah penghasilan.
Salah satu cara jadul untuk membeli secara tunai adalah
dengan menabung. Memang harus diakui bahwa hal ini lebih sulit dilakukan
ketimbang mencicil utang. Setuju? Tapi, sulit bukan berarti mustahil. Kita
hanya harus bertekad kuat dan konsisten melakukannya.
Nggak butuh banyak ini itu untuk menabung. Kita bisa mulai
menabung memakai apa saja. Botol bekas air mineral, biskuit, kardus bekas, dan
lain-lain. Yang penting konsisten.
Agar lebih mudah dalam penghitungannya, kita bisa membuat
target barang atau kebutuhan apa yang ingin kita bidik. Lalu perkirakan kisaran
harganya. Setelah itu, kita tentukan berapa lama kita mau menabung. Tentunya,
semakin cepat atau urgent kebutuhan itu, kita harus makin rajin menabungnya.
Selain itu, nominal uang yang ditabung juga menyesuaikan dengan kebutuhan
tersebut.
Sebisa mungkin, jangan mengecek jumlah uang yang ditabung
ya. Hal ini untuk meminimalisir keinginan “merusak” tabungan. Kalau ini kita
lakukan, yang ada tabungannya nggak nambah-nambah deh, hehe...
Agar lebih
efektif, kita bisa mengajak anggota keluarga lain untuk berpartisipasi.
Misalnya anak-anak menyisakan dari uang jajannya, suami mengalihkan uang
rokoknya, dan lain sebagainya. Intinya bangun kekompakan keluarga untuk membeli
kebutuhan yang diinginkan.
Dengan niat dan konsistensi yang kuat, kita pasti bisa
membeli secara tunai. Dengan begitu, utang bisa dihindari dan keuangan kita
tetap sehat.
#TipsBisnis
#ODOA
#IndscriptCreative
#IndscriptWriting
#IndBlack

0 comments:
Post a Comment