The Power of Menabung

at June 05, 2018



Sumber : IG @indblackcatalog



Sering kali, kita tergoda akan buaian promosi dan diskon dari beragam toko yang menjual aneka kebutuhan. Nggak hanya barang-barang besar berharga mahal seperti mobil, motor, atau rumah loh. Saat ini, beli baju pun bisa dicicil. Wow!

Hal inilah yang pada akhirnya membuat banyak orang terperangkap dalam jerat utang, yang sebenarnya nggak perlu dilakukan. Keinginan mulai mengalahkan kebutuhan. Benar apa benar, Readers?

Akibat pengelolaan keuangan yang kurang tepat ini, nearaca keuangan keluarga bisa saja terancam. Dan kejadian yang paling buruk adalah besar pasak daripada tiang. Artinya, bukannya bertambah, saldo di rekening justru lenyap menyisakan utang di sana-sini. Duh, ngeri ya?

Ya, namanya juga manusia. Siapa sih yang nggak punya kebutuhan? Pasti begitu ya pikiran kita. Yap! Kebutuhan hidup selalu ada dan bertambah. Yang jadi soal bukan menumpuk utang untuk memenuhi kebutuhan itu, Dears. Tapi bagaimana kita mengatur keuangan dan mencari cara menambah penghasilan.

Salah satu cara jadul untuk membeli secara tunai adalah dengan menabung. Memang harus diakui bahwa hal ini lebih sulit dilakukan ketimbang mencicil utang. Setuju? Tapi, sulit bukan berarti mustahil. Kita hanya harus bertekad kuat dan konsisten melakukannya.

Nggak butuh banyak ini itu untuk menabung. Kita bisa mulai menabung memakai apa saja. Botol bekas air mineral, biskuit, kardus bekas, dan lain-lain. Yang penting konsisten.

Agar lebih mudah dalam penghitungannya, kita bisa membuat target barang atau kebutuhan apa yang ingin kita bidik. Lalu perkirakan kisaran harganya. Setelah itu, kita tentukan berapa lama kita mau menabung. Tentunya, semakin cepat atau urgent kebutuhan itu, kita harus makin rajin menabungnya. Selain itu, nominal uang yang ditabung juga menyesuaikan dengan kebutuhan tersebut.

Sebisa mungkin, jangan mengecek jumlah uang yang ditabung ya. Hal ini untuk meminimalisir keinginan “merusak” tabungan. Kalau ini kita lakukan, yang ada tabungannya nggak nambah-nambah deh, hehe... 

Agar lebih efektif, kita bisa mengajak anggota keluarga lain untuk berpartisipasi. Misalnya anak-anak menyisakan dari uang jajannya, suami mengalihkan uang rokoknya, dan lain sebagainya. Intinya bangun kekompakan keluarga untuk membeli kebutuhan yang diinginkan. 

Dengan niat dan konsistensi yang kuat, kita pasti bisa membeli secara tunai. Dengan begitu, utang bisa dihindari dan keuangan kita tetap sehat. 


#TipsBisnis
#ODOA
#IndscriptCreative
#IndscriptWriting
#IndBlack



0 comments:

Post a Comment

Pentingnya Memetakan Kendala dan Rencana Cadangan dalam Mewujudkan Mimpi

Hello, Readers! Dalam blog ini, saya sudah berulang kali menuliskan tentang betapa pentingnya memiliki mimpi besar, menulisk...

 

All About Writing & Business Copyright © 2011 Design by Ipietoon Blogger Template | Make Money from Zazzle|web hosting